<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blaszta! - Freeware, Antivirus dan Komputer Tip &#38; Trik &#187; smush.it</title>
	<atom:link href="http://www.blaszta.com/blog/tag/smushit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.blaszta.com/blog</link>
	<description>“Kalau Ada yang Gratis, Kenapa Pakai Bajakan?”</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 14:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Konflik Live Writer dengan Smush.it</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2009/08/konflik-live-writer-dengan-smush-it/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2009/08/konflik-live-writer-dengan-smush-it/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 06:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tip & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[live writer]]></category>
		<category><![CDATA[smush.it]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2009/08/konflik-live-writer-dengan-smush-it/</guid>
		<description><![CDATA[Image via Wikipedia Windows Live Writer merupakan alat bantu menulis artikel blog terbaik jika Anda menggunakan Microsoft Windows. Selain merupakan freeware/gratis, banyak sekali fitur yang ditawarkan oleh Live Writer, ditambah kemampuannya bisa terus ditingkatkan dengan menggunakan plugin. Sangat nyaman jika Anda menulis blog dengan Live Writer. Akhir-akhir ini setiap akan melakukan publish artikel ke blog, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img" style="margin: 1em; width: 160px; display: block; float: left;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Windows_Live_Writer_logo.png"><img style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; display: block; border-top: medium none; border-right: medium none" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/d/d1/Windows_Live_Writer_logo.png" alt="20px|Windows Live Logo Windows Live Writer" width="150" height="150" /></a></p>
<p class="zemanta-img-attribution" style="font-size: 0.8em">Image via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Windows_Live_Writer_logo.png">Wikipedia</a></p>
</div>
<p><a href="http://www.blaszta.com/blog/2007/10/blogging-offline-dengan-live-writer/" target="_blank">Windows Live Writer</a> merupakan alat bantu menulis artikel blog terbaik jika Anda menggunakan Microsoft Windows. Selain merupakan freeware/gratis, banyak sekali fitur yang ditawarkan oleh Live Writer, ditambah kemampuannya bisa terus ditingkatkan dengan menggunakan plugin. Sangat nyaman jika Anda menulis blog dengan Live Writer.</p>
<p><span id="more-443"></span></p>
<p>Akhir-akhir ini setiap akan melakukan publish artikel ke blog, Live Writer selalu gagal. Muncul pesan kesalahan: <em>metaWeblog.newMediaObject method received from the blog server was invalid:  Invalid response document returned from XmlRpc server</em>. “Waduh Live Writer kenapa lagi nih?”, kata saya dalam hati. Saya jadi teringat <a href="http://www.blaszta.com/blog/2009/02/bug-ketika-menggunakan-wp-271-dan-windows-live-writer/" target="_blank">masalah sebelumnya</a> yang harus dituntaskan dengan memodifikasi sebuah file PHP di WordPress.</p>
<p>Solusi pertama yang terpikirkan adalah mengupgrade instalasi WordPress, karena kebetulan saya belum menggunakan versi terbaru. Setelah diupgrade, walau dengan sedikit kesulitan karena blog saya tidak mau diupgrade dengan fitur Automatic Upgrade bawaan WordPress 2.8, lalu saya coba lagi publish artikel dari Live Writer. Sayangnya masih gagal.</p>
<p>Setelah melakukan pencarian di Google, saya mendapat saran untuk melihat log file Live Writer (Help &gt; About &gt; Show Log File). Setelah membuka file log tersebut dan kebingungan untuk menterjemahkan isi log tesebut kecuali melihat ada permasalahan ketika memanggil beberapa fungsi seperti “DoBeforePublishUploadWork”, saya kembali melakukan pencarian di Google. Akhirnya saya menemukan <a href="http://tech.minthegap.com/2009/07/windows-live-writer-will-not-post-images/" target="_blank">sebuah blog</a> yang memberitahukan bahwa kemungkinan permasalah tersebut bisa jadi merupakan konflik dengan plugin Smush.it.</p>
<p><a href="http://www.blaszta.com/blog/2009/03/smushit-optimalisasi-gambar-di-blog-anda-dengan-mudah/" target="_blank">Smush.it</a>, merupakan tool untuk memperkecil ukuran gambar <em>on-the-fly </em>(langsung, tanpa aplikasi pengolah gambar) yang sangatlah berharga bagi pemilik blog. Namun permasalahannya, akhir-akhir ini service yang diberikan secara gratis oleh Yahoo Performance Team ini tidak stabil, terutama setelah ada update terbaru bagi plugin.</p>
<p>“Masuk akal”, pikir saya dalam hati. “DoBeforePublishUploadWork” pasti berhubungan dengan mengunggah (upload) file ke server blog. Langsung saja masuk ke halaman admin blog dan menonaktifkan plugin Smush.it. Saya kembali ke Windows Live Writer dan coba kembali mempublish sebuah artikel, dan kali ini sukses!</p>
<p>Sedikit penasaran, saya mengaktifkan kembali plugin Smush.it dan upload sebuah file gambar via admin WordPress. Ketika mencoba mengecilkan ukurannya dengan Smush.it, sebuah pesan kesalahan kembali muncul seperti gambar di bawah:</p>
<p><a href="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/08/smush_fail.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="smush_fail" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/08/smush_fail_thumb.jpg" border="0" alt="smush_fail" width="504" height="101" /></a></p>
<p>Setelah kembali melakukan pencarian di Google, pesan “Failed to create a temp dir” ini terjadi di server Yahoo/Smush.it, bukan di server pengguna plugin, jadi tidak ada yang bisa kita lakukan.</p>
<p>Sampai Yahoo/Smush.it memperbaiki masalah ini, saya nampaknya harus terus menonaktifkan plugin Smush.it&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2009/08/konflik-live-writer-dengan-smush-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smush.it, Optimalisasi Gambar di Blog Anda dengan Mudah</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2009/03/smushit-optimalisasi-gambar-di-blog-anda-dengan-mudah/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2009/03/smushit-optimalisasi-gambar-di-blog-anda-dengan-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 04:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Freeware]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>
		<category><![CDATA[smush.it]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2009/03/24/smushit-optimalisasi-gambar-di-blog-anda-dengan-mudah/</guid>
		<description><![CDATA[Image by gIadius via Flickr Salah satu point penting ketika melakukan desain web adalah performance (performa). Performa disini bukanlah tampilan yang wah atau animasi yang keren, namun sebaliknya: bagaimana halaman web dapat ditampilkan secara cepat, mengurangi resource yang perlu digunakan dari server, meminimalisir koneksi HTTP, dan masil banyak lagi. Gambar, sebagai salah satu elemen yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin: 1em; display: block; float: left" class="zemanta-img"><a href="http://www.flickr.com/photos/48152057@N00/3379610589/"><img style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; display: block; border-top: medium none; border-right: medium none" alt="Maintenance Bot 09" src="http://farm4.static.flickr.com/3651/3379610589_c53aed5927_m.jpg" /></a>
<p style="font-size: 0.8em" class="zemanta-img-attribution">Image by <a href="http://www.flickr.com/photos/48152057@N00/3379610589/">gIadius</a> via Flickr</p>
</p></div>
<p>Salah satu point penting ketika melakukan desain web adalah <em>performance</em> (performa). Performa disini bukanlah tampilan yang wah atau animasi yang keren, namun sebaliknya: bagaimana halaman web dapat ditampilkan secara cepat, mengurangi resource yang perlu digunakan dari server, meminimalisir koneksi HTTP, dan masil banyak lagi. Gambar, sebagai salah satu elemen yang paling sering digunakan dalam sebuah halaman web tentu saja tidak lepas dari point penting ini. Dan salah satu trik yang digunakan adalah optimalisasi gambar.</p>
<p> <span id="more-374"></span>
<p>Optimalisasi gambar secara sederhana adalah membuat ukuran file gambar (besar file dalam bytes, bukan dimensinya) sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas gambar. Jika anda familiar dengan program Photoshop, ada sebuah fitur yang disebut dengan Save for Web dimana kita bisa melihat preview dari gambar setelah dioptimalisasi (hingga 3 buah gambar).</p>
<p><a href="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/03/20090324-091304.jpg" rel="lightbox"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="2009-03-24_091304" border="0" alt="2009-03-24_091304" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/03/20090324-091304-thumb.jpg" width="504" height="361" /></a> </p>
<p><em>Gambar 1. Fitur Save for Web pada Photoshop dimana anda langsung dapat melihat preview 3 tingkatan kualitas gambar/besar file yang akan disimpan (gambar asli/original selalu berada di kiri atas).</em></p>
<p>Atau jika anda menggunakan program image editor yang lain, ketika akan menyimpan file kedalam format JPG sering kali anda ditanyakan mengenai kualitas gambar yang akan disimpan (biasanya dalam skala 10-100). Ini sebenarnya adalah kualitas gambar setelah proses kompresi: ketika kualitas tinggi tingkat kompresi yang digunakan rendah dan ukuran file menjadi besar. Begitu pula sebaliknya.</p>
</p>
<p>Sudah bingung? Atau malah bosan? <img src='http://www.blaszta.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Oke, saya tidak akan mengajarkan bagaimana menjadi “master optimalisasi” dalam artikel ini. Paragraf di atas adalah sekedar ilustrasi dan pengenalan mengenai optimalisasi gambar. Lalu apa keuntungannya optimalisasi image ini buat para penulis blog ?</p>
<ol>
<li>Ruang hard disk yang digunakan secara otomatis lebih kecil (terutama yang memiliki paket hosting dengan space kecil). </li>
<li>Bandwith yang digunakan juga kebih kecil (terutama untuk yang menggunakan hosting dengan bandwith terbatas). </li>
<li>Resource server yang digunakan lebih kecil (karena memanggil file dengan ukuran yang lebih kecil). </li>
<li>Halaman web akan tampil lebih cepat di browser pengunjung (karena total jumlah bytes yang harus di download juga lebih kecil). </li>
</ol>
<p>Dari semua keuntungan ini, hanya satu point minusnya: anda harus melakukan langkah ekstra mengoptimalisasi gambar sebelum di upload ke webserver. Nah disinilah <a href="http://smushit.com/" target="_blank">Smush.it</a> memainkan peran penting, karen <strong>proses optimalisasi dapat dilakukan secara otomatis</strong>!</p>
<p>Berbeda dengan aplikasi desktop, Smush.it merupakan servis online yang dikembangkan oleh <a href="http://developer.yahoo.com/performance/">Yahoo Exceptional Performance team</a>. Smush.it menawarkan 4 cara optimalisi gambar:</p>
<ol>
<li>Upload ke web Smush.it </li>
<li>Plugin Firefox </li>
<li>Bookmarklet </li>
<li>Plugin WordPress </li>
</ol>
<p>Dalam artikel ini saya hanya akan membahas point ke 4. Plugin Smush.it dapat didownload di: <a title="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-smushit/" href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-smushit/">http://wordpress.org/extend/plugins/wp-smushit/</a></p>
<p><div class="note"><div class="notetip">Jika anda tidak punya program image editor atau penulis blog yang tidak menggunakan WordPress, 3 cara yang lain dapat berguna bagi anda.</div></div></p>
<p>Setelah aktivasi plugin, Smush.it akan<strong> secara otomatis melakukan optimalisasi gambar yang di upload</strong>. Lalu bagaimana untuk gambar yang sudah berada dalam server? Jangan takut, anda dapat melakukan optimalisasi secara manual. Caranya cukup mudah: login ke halaman Admin WordPress anda dan klik Media &gt; Library dari menu sebelah kiri. Halaman Media Library akan muncul dan anda dapat melakukan optimalisasi gambar satu per satu.</p>
<p><a href="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/03/20090324-105525.jpg" rel="lightbox"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="2009-03-24_105525" border="0" alt="2009-03-24_105525" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/03/20090324-105525-thumb.jpg" width="504" height="222" /></a> </p>
<p><em>Gambar 2. Anda dapat dengan mudah melakukan optimalisasi file gambar dari dalam Media Library dengan mengklik link Smush.it now!.</em></p>
<p>Dari gambar diatas dapat dilihat saya dapat memangkas ukuran file gambar sebesar 25.3% dengan menggunakan Smush.It. Nilai ini dapat berbeda dengan file lain, tergantung dari ukuran file asli dan sebagainya. Secara umum Smush.it dapat mengurangi besar file 10-50%.</p>
<p>Mudah bukan? Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2009/03/smushit-optimalisasi-gambar-di-blog-anda-dengan-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

