<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blaszta! - Freeware, Antivirus dan Komputer Tip &#38; Trik &#187; Linux</title>
	<atom:link href="http://www.blaszta.com/blog/category/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.blaszta.com/blog</link>
	<description>“Kalau Ada yang Gratis, Kenapa Pakai Bajakan?”</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 14:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Guru SMP Sita Linux CD, Menyatakan Tidak Ada Software yang Gratis</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/guru-smp-sita-linux-cd-menyatakan-tidak-ada-software-yang-gratis/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/guru-smp-sita-linux-cd-menyatakan-tidak-ada-software-yang-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 06:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2008/12/11/guru-smp-sita-linux-cd-menyatakan-tidak-ada-software-yang-gratis/</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh menyedihkan.. Ketika Max Shuttleworth, milyuner yang menjadi promotor Ubuntu, sibuk mensponsori Ubuntu sebagai sistem operasi yang gratis &#38; mudah digunakan, seorang guru di Amerika malah menyita CD Linux keluaran HeliOS. Jika anda tidak familiar dengan HeliOS project, ia adalah sebuah usaha untuk meberikan PC kepada anak-anak yang kurang mampu. Hingga saat ini, proyek ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 5px 0px" height="141" src="http://2.bp.blogspot.com/_afk-Egip2qY/ST3oEAYetUI/AAAAAAAABKE/X9leKZDgZeM/s320/angrysun.png" width="150" align="left"> Sungguh menyedihkan.. Ketika Max Shuttleworth, milyuner yang menjadi promotor Ubuntu, sibuk mensponsori Ubuntu sebagai sistem operasi yang gratis &amp; mudah digunakan, seorang guru di Amerika malah menyita CD Linux keluaran HeliOS.</p>
<p><span id="more-171"></span>
<p>Jika anda tidak familiar dengan <a href="http://www.fixedbylinux.com/about" target="_blank">HeliOS project</a>, ia adalah sebuah usaha untuk meberikan PC kepada anak-anak yang kurang mampu. Hingga saat ini, proyek ini telah menyumbangkan lebih dari 300 PC. Namun nampaknya ini tidak cukup, malah mereka mendapat musuh.</p>
<p>Karen, seorang guru SMP di USA, menemukan salah satu murid sedang mendemonstrasikan laptop yang menggunakan Linux pada teman-temannya, sambil membagi-bagikan CD linux.&nbsp; Anak SMP menjelaskan tentang kemampuan linux pada teman-temannya.. Sesuatu yang sungguh luar biasa bukan? </p>
<p>Salah! Karen langsung menyela demonstrasi ini dan menyita semua CD linux, dan memanggil siswa tersebut untuk dimintai keterangan. Dari si siswa, Karen mengetahui mengenai HeliOS project &amp; menulis email ke pemilik HeliOS project. Untuk email lengkap yang ditulis, <a href="http://linuxlock.blogspot.com/2008/12/linux-stop-holding-our-kids-back.html" target="_blank">baca disini</a>.</p>
<blockquote><p><em>At this point, I am not sure what you are doing is legal. No software is free and spreading that misconception is harmful. These children look up to adults for guidance and discipline. </em></p>
</blockquote>
<p>Wah, guru ini benar-benar tidak tahu apa yang sedang ia ucapkan. Tidak ada software yang gratis? Sudah terlalu banyak untuk disebutkan (termasuk sebagian besar dari isi blog ini). Kalimat terakhir malah yang menjadi paradoks: jika orang dewasa saja tidak tahu, bagaimana anak-anaknya?</p>
<blockquote><p><em>I will research this as time allows and I want to assure you, if you are doing anything illegal, I will pursue charges as the law allows.</em></p>
</blockquote>
<p>Sungguh menyedihkan. Ia bahkan berniat menuntut HeliOS project..</p>
<blockquote><p><em>Mr. Starks, I along with many others tried Linux during college and I assure you, the claims you make are grossly over-stated and hinge on falsehoods. I admire your attempts in getting computers in the hands of disadvantaged people but putting linux on these machines is holding our kids back.</em></p>
</blockquote>
<p>Ia mengaku pernah menggunakan Linux ketika masa kuliah.. Hebat bukan? Dan ia menyatakan bahwa dengan menggunakan Linux anak-anak akan terhambat perkembangannya. Wow! Guru yang luar biasa!</p>
<blockquote><p><em>This is a world where Windows runs on virtually every computer and putting on a carnival show for an operating system is not helping these children at all. I am sure if you contacted Microsoft, they would be more than happy to supply you with copies of an older verison of Windows and that way, your computers would actually be of service to those receiving them&#8230;</em></p>
</blockquote>
<p>Sungguh-sungguh menyedihkan! Pathetic! Guru ini sungguh-sungguh harus dikasihani. Jika saya tahu tempat ia mengajar, akan saya minta pada sekolah tersebut untuk mempertimbangkan ulang menggaji guru ini.</p>
<p>Guru ini jelas-jelas tidak tahu apa yang sedang ia bicarakan. Atau mungkin malah tidak perduli bahwa ada dunia selain Microsoft dan bahwa masih ada orang baik di dunia yang menawarkan sesuatu secara gratis. Kenyataan bahwa orang semacam ini dibiarkan mengajar anak-anak sungguh-sungguh membuat saya sedih.</p>
<p>Saya berusaha mempromosikan freeware (program gratis) atau open source (juga gratis, namun dikembangkan oleh orang banyak), dan juga linux dengan blog ini. Saya coba menunjukkan bahwa daripada menggunakan software bajakan lebih baik menggunakan alternatif gratisnya. Dan juga bahwa software gratis tidak kalah atau malah lebih baik dari pada program komersil. Namun justru orang semacam guru ini yang akan &#8220;menutup&#8221; mata anak-anak akan keberadaan solusi alternatif ini&#8230;</p>
<p>Sungguh menyedihkan..</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.downloadsquad.com/2008/12/10/teacher-confiscates-linux-cds-claims-no-software-is-free/" target="_blank">Download Squad</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/guru-smp-sita-linux-cd-menyatakan-tidak-ada-software-yang-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Email Server</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2008/02/free-email-server/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2008/02/free-email-server/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 01:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Freeware]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blaszta.com/blog/2008/02/04/free-email-server/</guid>
		<description><![CDATA[Wah, ternyata gw udah lama banget nih gak posting update ke ini blog&#8230; Akhir tahun ampe awal ini gw sibuk banget. Dari update harga produk, data konsumen, siapin data buat katalog baru, update web, bini hamil (eh ini mah hasil dari &#8220;kesibukan&#8221;.. hehehe), and so on&#8230; Nah, ternyata kerumitan gw belom berakhir (padahal jadwal gw [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, ternyata gw udah lama banget nih gak posting update ke ini blog&#8230; Akhir tahun ampe awal ini gw sibuk banget. Dari update harga produk, data konsumen, siapin data buat katalog baru, update web, bini hamil (eh ini mah hasil dari &#8220;kesibukan&#8221;.. hehehe), and so on&#8230;</p>
<p>Nah, ternyata kerumitan gw belom berakhir (padahal jadwal gw ampe april udah lumayan padat). Ternyata proyek yg gw luarrr biasa males malah kejadian: gw di suruh bikin mail server internal. Yah bukan apa2 sih, gw males aja dapet komplain dari manager2 laen pas mail servernya down and mereka gak bisa buka email <img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="Big Grin" /></p>
<p>Dengan semangat Freeware &amp; Open Source (so udah pasti Microsoft Exchange server bukan salah satu pilihan), mulailah gw hunting (baca: Googling) untuk server gratisan. Temuan pertama gw adalah <a href="http://www.axigen.com/">Axigen</a> yang nampaknya cukup menjanjikan (udah versi 5 so udah pasti stabil dong). Sayang versi gratisan (<a href="http://www.axigen.com/mail-server/free.php">Office Edition</a>) hanya menyediak 5 mailbox. Wah ini mah udah jelas gak mungkin gw pake&#8230;</p>
<p>Mulailah gw chat ama sohib + mantan sistem admin kantor gw (Pul, loe emang manteb!), dan dia nyaranin make <a href="http://www.zimbra.com/">Zimbra</a>. Wah gw langsung inget.. dulu gw udah ngelirik ini produk, pas masih blom di akusisi Yahoo ($350 juta bo!), tp untuk fungsi kolaborasi-nya.</p>
<p><img src="http://www.zimbra.com/_media/logos/zimbra_logo.gif" align="left" /> Nah ini sekilas tentang Zimbra: software messaging (email) + kolaborasi multi platform (linux/apple, microsoft hanya client) yang menyertakan segudang proyek open source lain (openldap, postfix, clamav, amavisd, apache, tomcat, mysql, sampe VoIP kalau loe make Asterisk PABX&#8230; ck ck ck). Lengkapnya, seperti biasa bisa dibaca di om <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zimbra">Wikipedia</a>.</p>
<p>Hmm nampkanya ini emang solusi yang tepat, walau gw sempet mikir jangan2 malah &#8220;over kill&#8221;, wong gw kan sebenernya cuman perlu fitur mail nya aja? Trus gw pikir2, yah sudahlah, fitur2 lain sebagai bonus, bisa di implementasi belakangan kalau di perlukan.</p>
<p>So Zimbra, here we come&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2008/02/free-email-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linux tryout, Xubuntu chronicle&#8230;</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2007/08/linux-tryout/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2007/08/linux-tryout/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 08:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[OS]]></category>
		<category><![CDATA[xubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blaszta.com/blog/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Masih lanjutan uji coba linux untuk komputer tua kantor gw, ini hasil tryout singkat gw terhadap beberapa distro. Bagi yg blom baca blog gw sebelumnya, gw tidak akan menguji distro linux yg &#8220;berat&#8221; (Ubuntu, Mandriva, Fedora, etc.) dan fokus pada distro linux (or variant) yg menggunakan Xfce sebagai desktop manager. Point2 yg gw cari: Ringan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://osde.info/images/xubuntu_logo.png" align="right" height="102" width="100" />Masih lanjutan uji coba linux untuk komputer tua kantor gw, ini hasil tryout singkat gw terhadap beberapa distro. Bagi yg blom baca blog gw sebelumnya, gw tidak akan menguji distro linux yg &#8220;berat&#8221; (Ubuntu, Mandriva, Fedora, etc.) dan fokus pada distro linux (or variant) yg menggunakan Xfce sebagai desktop manager.</p>
<p>Point2 yg gw cari:</p>
<ol>
<li>Ringan, untuk PC Pentium II sekalipun (hehehe terlalu muluk ya?)</li>
<li>Semua aplikasi yg dibutuhkan udah ada (utk mempersingkat instalasi puluhan PC)</li>
<li>Setting jaringan yg mudah + utk network printing&#8230;</li>
<li>Untung2 udah ada sejenis remote desktop / vnc built-in (so bisa ngajarin user dr jarak jauh)</li>
</ol>
<p><span id="more-5"></span>Untuk uji coba gw menggunakan PC dengan prosesor Pentium III 500 MHz, 128 MB SDRAM, dan 20 GB hard disk. Sebagai catatan, PC ini pernah gw coba install Ubuntu 7.04 dengan sukses (make Alternate ISO, bukan LiveCD yg berat). Hanya saja setelah login, menjalankan aplikasi multi tasking beratnya minta ampun&#8230;</p>
<p>Distro pertama yg gw coba adalah <strong>Xubuntu 7.04</strong>, codenamed &#8220;Feisty Fawn&#8221;. Instalasi cukup cepat (dibandingkan dengan Ubuntu), dan setelah selesai gw di sajikan desktop Xubuntu yg simple dan sederhana.</p>
<p align="center"><a href="http://www.xubuntu.org/screenshots" target="_blank"><img src="http://www.xubuntu.org/files/thumb_edgy3.png" title="Xubuntu Desktop" alt="Xubuntu Desktop" align="middle" border="0" /></a></p>
<p>Setelah oprek2 setting, jaringan, dsb-ya, baru lah gw siap uji coba&#8230; Aplikasi2 di Xubuntu (yg jumlahnya sangat terbatas, game aja gak ada), rata2 berjalan lebih cepat (karena emang build ini di bikin dr sono nya mengutamakan kecepatan). Sayangnya, ini termasuk mengorbankan penggunaan OpenOffice (yg emang udah di klaim byk orang berat) dan diganti dengan AbiWord &amp; Gnumeric. Gw bukannya anti dengan 2 program terakhir ini, tp notabene <strong>OpenOffice Calc</strong> jauh lebih canggih dibanding <strong>Gnumeric</strong> (user di sini canggih2 bgt bikin excel nya, untuk mereka gak bisa VB.. bisa mati kutu gw). Untuk aplikasi email, Xubuntu sudah dipersenjatai dengan <strong>Thunderbird</strong>, dan <strong>Gaim</strong> (kok blom Pidgin ya?) untuk chat (walau gak boleh chat di kantor gw).</p>
<p>VNC or Remote Desktop (a la Ubuntu n Windows) seperti yg gw perkirakan gak ada. Tp ini fitur bonus, jd gak terlalu essential. So, sejauh ini nilai minus utama adalah: <strong>gak ada OpenOffice</strong>.</p>
<p>Sebagai catatan, Xubutu yg super ringan juga berarti tidak menyertakan paket2 penting seperti Alien (40+ MB, duh!&#8230;) untuk convert package rpm dll., Java, dan beberapa library lainnya. So, kalau mau instalasi OpenOffice sendiri kudu download package2 ini dulu&#8230; Capek deh&#8230;.!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2007/08/linux-tryout/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Migrasi atoe di sweeping&#8230;</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2007/08/migrasi-atoe-di-sweeping/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2007/08/migrasi-atoe-di-sweeping/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 07:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[OS]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blaszta.com/blog/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Hmm gara2 rajinnya Poltabes Semarang razia software bajakan, akhirnya kantor gw turut kena imbasnya&#8230; Sisa komputer yg masih blom original sebagian &#8220;di-original-kan&#8221; (a.k.a. beli lisensi bo&#8217;), and sisanya&#8230;. migrasi ke linux! Yang lebih menyedihkan, 20+ komputer yang mau di migrasi ke linux itu adalah Pentium II &#038; III yang memory nya 256 MB ke bawah! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="right" alt="Anti Windows" title="Anti Windows" src="http://www.linuxhotbox.com/fun/images/tumbnails/black-linux.jpg" />Hmm gara2 rajinnya Poltabes Semarang razia software bajakan, akhirnya kantor gw turut kena imbasnya&#8230; Sisa komputer yg masih blom original sebagian &#8220;di-original-kan&#8221; (a.k.a. beli lisensi bo&#8217;), and sisanya&#8230;. migrasi ke linux!</p>
<p>Yang lebih menyedihkan, 20+ komputer yang mau di migrasi ke linux itu adalah Pentium II &#038; III yang memory nya 256 MB ke bawah! (maklum&#8230; PC2 ini biasanya cuman di gunakan operator untuk data entry) Weleh2&#8230; akhirnya sibuklah gw mencari distro yg tepat.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Pilihan pertama adalah Ubuntu 7 or Feisty Fawn, berhubung gw baru dapet kirimannya dari program <a title="shipit.ubuntu.org" href="http://shipit.ubuntu.org">shipit.ubuntu.org</a> beberapa bulan yang lalu. Coba punya coba&#8230; ternyata CD kiriman ini (seperti yg sudah gw perkirakan) agak sulit digunakan&#8230; wong ini berupa LiveCD! Kan berat kalau cuman mau nginstall doang, kudu load semua OS nya dari CD.</p>
<p>Mulailah gw mencari iso/torrent Ubuntu Alternate. Kalau ada yg blom tahu, Ubuntu Alternate itu untuk install Ubuntu tok, bukan LiveCD (jd gak bisa coba dulu), n instalasi dalam modus teks kuno (jadi inget jaman2 dulu pas gw install FreeBSD and Slackware). Tp jangan takut dulu&#8230; modus teks bukan berarti command line (ngetik semua perintah instalasi). Instalasi masih menggunakan GUI sederhana berbasis teks, dan kita tetap panduan untuk partisi, etc&#8230;</p>
<p>Sambil nyari2 torrent, gw juga liat2 deh sodara2 Ubuntu: Kubuntu &#038; Xubuntu. Kubuntu langsung gw pesen pake program <a target="_blank" title="shipit.kubuntu.org" href="https://shipit.kubuntu.org/">shipit.kubuntu.org</a> (sama2 gratis, paling cuman perlu sign-up ke LaunchPad kalau blom pernah daftar), sedang Xubuntu&#8230; ini baru menarik! Gw pernah denger kalau Xubuntu itu ringan, karena make Xfce (huruf X didepan Ubuntu) sebagai desktop manager. Trus terang gw blom pernah make Linux yg make Xfce, so seberapa ringannya gw blom tahu. Gnome ama KDE emang bagus, tp seperti yang banyak orang bilang: berat! Yah sambil nunggu, gw juga donwload deh iso nya Xubuntu..</p>
<p>Nah, berhubung masih mencari2 Linux yg &#8220;ringan2&#8243;&#8230; setelah googling n ngudak2 beberapa forum, ketemulah gw dengan distro linux aseli buatan putra Indonesia: <a target="_blank" href="http://linux.blogs.ie/">Zencafe</a>. Zencafe sebenarnya turunan Zenwalk yang masih turunan dari Slackware (duh capek deh&#8230;). Oke lah, intinya hal yg membuat gw tertarik:</p>
<ul>
<li>Ringan (make Xfce juga), karena emang si-empu-nya emang niatin ini Linux buat warnet, so di buat ringan deh</li>
<li>Make OpenOffice yg terus terang gw lebih familiar dibanding AbiWord n Gnumeric di Xubuntu.</li>
</ul>
<p>Nah, bertambah lah PR downloadan gw&#8230;. Stay tuned ya kalau mau tahu hasil uji distro ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2007/08/migrasi-atoe-di-sweeping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

