<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blaszta! &#187; Hardware</title>
	<atom:link href="http://www.blaszta.com/blog/category/hardware/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.blaszta.com/blog</link>
	<description>“Kalau Ada yang Gratis, Kenapa Pakai Bajakan?”</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Feb 2010 08:49:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Install Windows 7 di Dell XPS M1330</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2010/01/install-windows-7-di-dell-xps-m1330/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2010/01/install-windows-7-di-dell-xps-m1330/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 09:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Tip & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Dell XPS M1330]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2010/01/install-windows-7-di-dell-xps-m1330/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin seorang teman meminta bantuan saya untuk menginstall Windows 7 pada notebooknya. Notebook yang digunakan adalah Dell XPS M1330. Langsung saja saya jawab “ya” dan meminta ia meninggalkan notebook beserta cd-cd drivernya. Hal yang saya kira pekerjaan mudah, ternyata sedikit lebih rumit dari yang saya bayangkan. Saya tidak suka melakukan upgrade operating system (OS sebelumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 5px 0px; display: inline; border: 0px;" title="xps1330_red_open" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/xps1330_red_open.jpg" border="0" alt="xps1330_red_open" width="240" height="240" align="left" /> Kemarin seorang teman meminta bantuan saya untuk menginstall Windows 7 pada notebooknya. Notebook yang digunakan adalah Dell XPS M1330. Langsung saja saya jawab “ya” dan meminta ia meninggalkan notebook beserta cd-cd drivernya. Hal yang saya kira pekerjaan mudah, ternyata sedikit lebih rumit dari yang saya bayangkan.</p>
<p>Saya tidak suka melakukan upgrade operating system (OS sebelumnya adalah Windows Vista). Kebetulan si pemilik notebook juga sudah melakukan backup terhadap semua dokumen di dalamnya, jadi saya melakukan “clean install”. Pada percobaan pertama instalasi, Windows 7 gagal booting. Stuck, tidak bisa masuk Windows. Saya coba melakukan “Repair Boot”, namun gagal juga. Hmm cukup merepotkan pikir saya.</p>
<p><strong>Partisi<br />
</strong>Di awal instalasi saya melihat bahwa hard disknya di partisi menjadi 5 bagian: Recovery, Drive C, Drive D, dan 2 partisi untuk Dell Media Direct (instant OS, untuk memutar DVD, lagu, dan lain-lain tanpa perlu booting ke dalam Windows). Pada proses instalasi, saya memilih Drive C sebagai tempat instalasi. Karena gagalnya tidak bisa masuk ke dalam OS sama sekali, saya asumsikan drive C tidak di set sebagai partisi aktif (bootable) atau masalah lain yang berhubungan dengan setting partisi pada hard disk ini. Rencana saya adalah menghapus bersih semua partisi yang ada dan mulai instalasi dari partisi kosong. Namun si pemilik meminta agar Dell Media Direct tetap ada. Karena saya tidak ada pengalaman menginstall Dell Media Direct (terdapat CD instalasinya), maka saya harus melakukan riset kecil melalui Google.</p>
<p>Kecurigaan saya ternyata benar. Windows 7 yang tidak bisa boot tersebut bermasalah dengan partisi, karena partisi hard disk harus “di persiapkan” dahulu oleh Dell Media Direct. Jadi prosedur yang saya lakukan:</p>
<ol>
<li>Hapus semua partisi (boot notebook dengan live CD Ubuntu, lalu hapus partisi menggunakan Partition Editor dari menu Administration, lalu restart notebook).
<p><div class="note"><div class="notewarning">Saya tidak membutuhkan partisi Recovery, dan menurut saya partisi ini tidak ada gunanya. Jika Anda membutuhkannya, Anda harus mencari cara lain.</div></div></li>
<li>Siapkan drive dengan Dell Media Direct; boot notebook dengan Dell Media Direct CD. Akan ada menu DOS yang muncul, lalu pilih opsi no 2 (“Custom..”) dan tentukan besar partisi untuk C, lalu restart.</li>
<li>Boot dengan DVD Windows 7 &amp; install Windows seperti biasa.</li>
<li>Install driver menggunakan cd driver bawaan (Catatan: tanda centang di awal menunjukkan hardware yang sesuai dengan konfigurasi notebook Anda). Dell XPS M1330 tidak secara resmi mendukung Windows 7. Namun driver Vista yang ada di dalamnya masih kompatible dengan Windows 7, namun pastikan jika Anda menginstall Windows 7 32 bit, gunakan driver Vista 32 bit.</li>
<li>Setelah instalasi Windows selesai, masukkan kembali Dell Media Direct CD, lalu klik install atau run ketika autoplay CD berjalan. Setelah instalasi selesai, matikan notebook lalu nyalakan kembali namun kali ini menggunakan tombol Media Direct (icon Home). Ini untuk menjalankan “initial build” (hanya sekali saja, selanjutnya tidak akan muncul).</li>
</ol>
<p><strong>Finger Print Reader<br />
</strong>Saya cek kembali device manager dan saya tidak menemukan tanda device tanpa driver kecuali device finger print. Saya coba kembali instalasi driver namun masih gagal. Saya curiga bahwa drivernya masih belum mendukung Windows 7. Kembali saya meminta bantuan Google, dan tidak lama saya temukan bahwa saya harus menginstall driver dari si pembuat finger print device: UPEK. Link downloadnya adalah: <a title="http://www.upek.com/support/downloads/drivers/windows.asp" href="http://www.upek.com/support/downloads/drivers/windows.asp">http://www.upek.com/support/downloads/drivers/windows.asp</a></p>
<p>Nah, sekarang notebook ini sudah 100% Windows 7 ready! <img src='http://www.blaszta.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2010/01/install-windows-7-di-dell-xps-m1330/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Servis ASUS yang Memuaskan</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2009/02/servis-asus-yang-memuaskan/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2009/02/servis-asus-yang-memuaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 04:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[asus]]></category>
		<category><![CDATA[notebook]]></category>
		<category><![CDATA[servis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2009/02/25/servis-asus-yang-memuaskan/</guid>
		<description><![CDATA[Image via Wikipedia Sabtu malam 14 Februari notebook saya (ASUS A8Js) mengalami masalah, notebook tiba-tiba restart dan ketika booting (sebelum boot screen Windows keluar) muncul garis-garis vertikal dalam berbagai warna di layar. Setelah beberapa lama notebook saya restart kembali, &#38; terus berulan-ulang. Saya dalam hati berpikir: “Waduh… VGA atau LCD saya rusak nih…!” Gambar 1: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img" style="display: block; float: left; margin: 1em"><a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/Image:XO_screen_01_Pengo.jpg"><img style="border-right: medium none; border-top: medium none; display: block; border-left: medium none; border-bottom: medium none" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cb/XO_screen_01_Pengo.jpg/202px-XO_screen_01_Pengo.jpg" alt="1 square millimeter (1×1mm) of two laptop scre..." width="202" height="100" /></a></p>
<p class="zemanta-img-attribution" style="font-size: 0.8em">Image via <a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/Image:XO_screen_01_Pengo.jpg">Wikipedia</a></p>
</div>
<p>Sabtu malam 14 Februari notebook saya (<a href="http://www.asus.com/products.aspx?l1=5&amp;l2=26&amp;l3=270&amp;l4=0&amp;model=1373&amp;modelmenu=2" target="_blank">ASUS A8Js</a>) mengalami masalah, notebook tiba-tiba restart dan ketika <em>booting</em> (sebelum <em>boot screen</em> Windows keluar) muncul garis-garis vertikal dalam berbagai warna di layar. Setelah beberapa lama notebook saya restart kembali, &amp; terus berulan-ulang. Saya dalam hati berpikir: “Waduh… VGA atau LCD saya rusak nih…!”</p>
<p><span id="more-304"></span></p>
<p align="center"><a href="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/img-0123.jpg"><img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" title="IMG_0123" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/img-0123-thumb-300x225.jpg" border="0" alt="IMG_0123" width="500" height="375" /></a></p>
<p align="center"><em>Gambar 1: Tampilan notebook ketika booting</em></p>
<p>Karena sudah malam, notebook saya matikan dan saya lanjutkan pengecekan keesokan harinya. Setelah dicoba beberapa kali, hal yang sama masih terjadi. “Wah nampaknya harus di servis nih..” pikir saya. Sekedar informasi, notebook ini saya beli bulan Agustus 2007 di Singapur ketika ada pameran komputer disana. Wah kalau harus servis di Singapur bakal repot nih. Namun ketika saya perhatikan bagian bawah notebook terdapat tanggal pembuatan dan tertulis 24 M (month) <em>world wide warranty</em>. Wah saya langsung senang! Sekedar memastikan saya langsung mencari kartu garansi notebook tersebut. Dalam kartu garansi tertulis 2 year <em>world wide warranty</em> + 1 year local warranty (Singapur). Jadi total waktu garansi adalah 3 tahun! Wah oke banget nih!</p>
<p><em><a href="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/img-0122.jpg"><img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" title="IMG_0122" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/img-0122-thumb-300x225.jpg" border="0" alt="IMG_0122" width="500" height="375" /></a> </em></p>
<p align="center"><em>Gambar 2: Tampilan layar notebook ketika menggunakan monitor LCD eksternal</em></p>
<p>Hari Senin, saya ke kantor dan mencoba memasang notebook tersebut pada monitor LCD eksternal. Hasilnya tetap bergaris-garis. Wah kalau ini sudah 95% saya yakin kalau masalahnya ada pada VGA card. Pagi itu saya bawa notebook saya ke Berca Computer Semarang (karena mereka adalah authorize dealer &amp; service ASUS di Semarang). Notebook saya tinggal untuk di cek namun hard disk saya lepas. Keesokan siangnya saya telepon Berca dan mereka bilang bahwa notebook saya harus di bawa ke Jakarta &amp; kira-kira perlu waktu 2-3 minggu, tergantung ketersediaan spare part. Tiga minggu !? Wah lama sekali! Berca juga berkata bahwa tidak ada biaya jika ada penggantian karena masih garansi, namun ada biaya transport sebesar 200 rebu. Hmm lumayan juga kata saya dalam hati…</p>
<p>Lalu saya browsing ke website ASUS &amp; menemukan alamat serta no telepon ASUS Indonesia (<a title="http://id.asus.com/620/html/aboutasus/aboutasus3-apac.htm" href="http://id.asus.com/620/html/aboutasus/aboutasus3-apac.htm">http://id.asus.com/620/html/aboutasus/aboutasus3-apac.htm</a>). Saya telepon kesana &amp; tersambung ke bagian teknis (dengan bapak Eka). Saya jelaskan permasalahan saya (termasuk waktu servis yang sangat lama jika melalui Berca) lalu teknisi tersebut menanyakan no seri notebook saya. Setelah beberapa saat dia berkata “Oke pak, notebook bapak masih garansi. Di kirim kesini saja pak. Nanti biaya kirim baliknya kita tanggung.” Wah oke juga nih!</p>
<p>Singkat cerita, notebok saya ambil dari Berca, saya pack dengan rapi (beserta selembar kertas berisi keterangan masalah, no telp saya &amp; alamat pengiriman balik) dan saya kirim ke Jakarta menggunakan jasa Tiki pengiriman 1 hari pada Rabu sore. Saya pikir besok siang atau sore sudah sampai &amp; akan saya telepon.</p>
<p>Keesokan harinya, Kamis siang sekitar jam 11 siang, saya ditelepon dari pihak ASUS Indonesia.</p>
<p>“Sudah selesai pak, VGA nya kami sudah ganti.”</p>
<p>Wah cepat sekali! Kapan sampainya? Kok malah sudah selesai? Kata saya dalam hati.</p>
<p>Lalu bapak Eka (orang yang sama ketika saya menelepon ASUS pertama kali) melanjutkan “Namun engsel notebook nya ada bagian yang pecah sedikit. Kami ganti saja bagaimana? Namun stiker Windows nya (logo Windows, bukan stiker serial number Windows yang biasanya terdapat di bawah notebook) nanti hilang.”</p>
<p>Respon pertama saya, “Ada biaya tambahan atau tidak?”</p>
<p>“Tidak pak, masuk dalam garansi” lanjut bapak Eka.</p>
<p>Mantap! Sudah cepat, masalah lain juga di bereskan, gratis pula! Jujur, saya malah tidak tahu menahu kalau ada bagian yang pecah di daerah engsel notebook.</p>
<p>Sekedar memuaskan rasa ingin tahu, saya bertanya pada pak Eka, kira-kira penyebab masalah VGA itu kenapa. Sayangnya pak Eka hanya menjawab bisa macam-macam, karena itu adalah perangkat elektronik. Lalau saya bertanya, kalau tidak garansi, berapa biaya penggantian VGA card tersebut? “Sekitar 2 jutaan pak” kata Pak Eko. Wah lumayan sekali! Lalu pak Eka berkata bahwa besok pagi (Jumat) notebook akan dikirim balik ke saya.</p>
<p>Hari Senin notebook sudah di tangan saya kembali. Saya pasangkan kembali hard disknya, &amp; semua kembali normal + casing notebook yang sekarang kembali mulus <img src='http://www.blaszta.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya sangat puas dengan servis dari ASUS &amp; khususnya PT ASUS Indonesia. Bravo ASUS Indonesia! Anda layak jadi panutan service center lain di Indonesia!</p>
<p><div class="note"><div class="notetip"></p>
<p>Ada 2 pelajaran berharga yang saya dapat dari pengalaman ini:</p>
<ul>
<li>Waktu garansi yang lama (&gt;1 tahun) harus jadi pertimbangan ketika membeli peralatan eletronik.</li>
<li>Jika anda ada di luar kota, jika tempat servis lokal nampaknya tidak mumpuni, ada baiknya langsung menghubungi service center pusat (yang biasanya ada di Jakarta).</li>
</ul>
<p></div></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2009/02/servis-asus-yang-memuaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trik Mencari Driver Hardware yang Tepat</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/trik-mencari-driver-hardware-yang-tepat/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/trik-mencari-driver-hardware-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 16:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Freeware]]></category>
		<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Tip & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Utility]]></category>
		<category><![CDATA[belarc advisor]]></category>
		<category><![CDATA[driver]]></category>
		<category><![CDATA[everest free edition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2008/12/24/trik-mencari-driver-hardware-yang-tepat/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang temang baru saja menginstall ulang Windows di komputernya. Sayangnya, semua CD driver bawaan komputer tersebut telah hilang entah dimana. Ketika instalasi Windows selesai, ia menemukan bahwa Windows tidak dapat mengenali sound card yang terdapat pada PC tersebut. Ia mencoba mendownload driver sound card yang ia kira cocok namun tidak berhasil. Setelah beberapa hari, akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="tmp20BC" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 5px 0px; border-right-width: 0px" height="98" alt="tmp20BC" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/tmp20bc.png" width="104" align="left" border="0" />Seorang temang baru saja menginstall ulang Windows di komputernya. Sayangnya, semua CD driver bawaan komputer tersebut telah hilang entah dimana. Ketika instalasi Windows selesai, ia menemukan bahwa Windows tidak dapat mengenali sound card yang terdapat pada PC tersebut. Ia mencoba mendownload driver sound card yang ia kira cocok namun tidak berhasil. Setelah beberapa hari, akhirnya ia menyerah dan minta bantuan saya melalui Yahoo Messenger.</p>
<p> <span id="more-251"></span>
<p>Hal pertama kali saya tanyakan adalah &quot;Komputermu branded (ber-merk) atau jangkrik (rakitan) ?&quot; Dia menjawab jangkrik, sambil berkata “repot ya?” Hmm… sedikit… Lalu saya bertanya “motherboard mu apa?”. Dia menjawab tidak tahu, lalu bertanya “kalau tidak perlu buka casing (PC) bagaimana caranya?”. Lalu saya menjawab, coba download program ini: <a href="http://www.belarc.com/free_download.html" target="_blank">Belarc Advisor</a>.</p>
<p>Belarc Advisor merupakan program kecil (1,85 MB) untuk melihat secara detail hardware &amp; software yang terdapat di sebuah komputer. Ketika dijalankan program gratis ini akan menganalisa komputer dan menampilkan hasilnya di browser. Alternatifnya, gunakan <a href="http://majorgeeks.com/download4181.html" target="_blank">Everest Free Edition</a> (gratis namun versi terakhir dirilis tahun 2005) yang besarnya 4 MB. Everest menghasilkan data yang lebih lengkap, namun dalam kasus ini saya rasa Belarc sudah mencukupi.</p>
<p><a rel="lightbox" href="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/tmp2d6d.png"><img title="Belarc Output" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="371" alt="Belarc Output" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/tmp2d6d-thumb.png" width="504" border="0" /></a></p>
<p><em>Screenshot di atas merupakan output Belarc di notebook saya.</em></p>
<p>Setelah menjalankan Belarc, teman saya menemukan bahwa motherboard merupakan keluaran ASUS seri P4PE2-X. Saya langsung cari di Google seri motherboard tersebut, dan bertandang ke website Asus untuk mencari driver sound card untuk motherboard seri tersebut. Kurang dari 1 menit saya sudah bisa mengirimkan alamat untuk mendownload driver yang tepat ke teman saya.</p>
<p><a rel="lightbox" href="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/tmpee9a.png"><img title="Hasil pencarian driver" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="256" alt="Hasil pencarian driver" src="http://www.blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/tmpee9a-thumb.png" width="504" border="0" /></a></p>
<p>Hasilnya? Kini komputer teman saya sudah dapat “berbunyi” kembali!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/trik-mencari-driver-hardware-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>162</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Driver Resmi untuk Notebook dirilis Nvidia</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/driver-resmi-untuk-notebook-dirilis-nvidia/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/driver-resmi-untuk-notebook-dirilis-nvidia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 07:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Tip & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[nvidia]]></category>
		<category><![CDATA[vga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2008/12/23/driver-resmi-untuk-notebook-dirilis-nvidia/</guid>
		<description><![CDATA[Image via CrunchBase, source unknown Bagi pengguna notebook dengan VGA &#8211;atau sekarang lebih dikenal dengan nama GPU (Graphical Processing Unit)&#8211; keluaran Nvidia tentu tahu bahwa mereka tidak dapat mengupdate driver paling baru dari website Nvidia. Hanya driver untuk desktop yang disediakan (yang dikenal juga dengan nama ForceWare). Anda harus bergantung pada vendor pembuat notebook (Dell, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img" style="margin: 1em; display: block; float: right; width: 260px;"><a href="http://www.crunchbase.com/company/nvidia"><img style="border-right: medium none; border-top: medium none; display: block; border-left: medium none; border-bottom: medium none" src="http://www.crunchbase.com/assets/images/resized/0001/8308/18308v1-max-250x250.jpg" alt="Image representing NVidia as depicted in Crunc..." width="250" height="187" /></a></p>
<p class="zemanta-img-attribution" style="font-size: 0.8em">Image via <a href="http://www.crunchbase.com/">CrunchBase</a>, source unknown</p>
</div>
<p>Bagi pengguna notebook dengan VGA &#8211;atau sekarang lebih dikenal dengan nama GPU (<em>Graphical Processing Unit</em>)&#8211; keluaran Nvidia tentu tahu bahwa mereka tidak dapat mengupdate driver paling baru dari website Nvidia. Hanya driver untuk desktop yang disediakan (yang dikenal juga dengan nama ForceWare). Anda harus bergantung pada vendor pembuat notebook (Dell, Asus, HP, dll.) untuk mendapatkan driver terbaru. Sayangnya para vendor ini sering kali &#8220;malas&#8221; mengeluarkan driver versi baru, sehingga anda sering kali &#8220;stuck&#8221; dengan driver tua dan bermasalah. Namun kini tidak lagi!</p>
<p><span id="more-234"></span></p>
<p>Perlu diketahui, dengan mengupdate driver VGA, kemampuan &amp; performa GPU anda bisa ditingkatkan. Bagi anda pemain game, hal ini tentu merupakan &#8220;berkah&#8221; tersendiri (dari pada beli VGA baru). Sebagai contoh: saya pernah mencoba bermain game Assassin Creed &amp; World in Conflict di notebook saya (Asus A8JS dengan RAM 2 GB dan VGA GeForce Go 7700 512 MB). Kedua game itu nyaris tidak bisa dimainkan. Frame rate rendah sekali dan kadang kala <em>mesh 3D </em>(obyek 3D) salah tempat. Saya coba ke website Asus untuk mencari driver terbaru, ternyata tidak ada. Akhirnya saya mencoba driver pihak ketiga: <a title="http://www.laptopvideo2go.com/" href="http://www.laptopvideo2go.com/">http://www.laptopvideo2go.com/</a>. Hasilnya? Saya bisa memainkan kedua game tersebut! <img src='http://www.blaszta.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Driver resmi keluaran Nvidia ini bisa diunduh di: <a title="http://www.nvidia.com/object/notebook_drivers.html" href="http://www.nvidia.com/object/notebook_drivers.html">http://www.nvidia.com/object/notebook_drivers.html</a>. Sayangnya, hanya mendukung sistem operasi Windows dan VGA seri tertentu, antara lain:</p>
<p><em>Update: daftar ini berdasarkan tanggal penulisan blog, untuk daftar terbaru harap cek website Nvidia menggunakan link di atas. Nvidia selalu memperbaharui drivernya &amp; menambah jenis GPU yang didukung. Sebagai contoh, GPU saya (GeForce Go 7700) yang tadinya tidak di dukung, sekarang telah didukung.</em></p>
<p><strong>GeForce Notebooks</strong></p>
<ul>
<li>GeForce 9800M GTX</li>
<li>GeForce 9800M GTS</li>
<li>GeForce 9800M GT</li>
<li>GeForce 9800M GS</li>
<li>GeForce 9700M GTS</li>
<li>GeForce 9700M GT</li>
<li>GeForce 9650M GT</li>
<li>GeForce 9650M GS</li>
<li>GeForce 9600M GT</li>
<li>GeForce 9600M GS</li>
<li>GeForce 9500M GS</li>
<li>GeForce 9500M G</li>
<li>GeForce 9300M GS</li>
<li>GeForce 9300M G</li>
<li>GeForce 9200M GS</li>
<li>GeForce 9200M GE</li>
<li>GeForce 8800M GTX</li>
<li>GeForce 8800M GTS</li>
<li>GeForce 8800M GS</li>
<li>GeForce 8700M GT</li>
<li>GeForce 8600M GT</li>
<li>GeForce 8600M GS</li>
<li>GeForce 8400M G</li>
<li>GeForce 8400M GS</li>
<li>GeForce 8400M G</li>
<li>GeForce 8200M G</li>
</ul>
<p>Notebook seri Dell Vostro, Lenovo ThinkPad &amp; Sony VAIO <strong>tidak</strong> di dukung serta notebook hybrid SLI seperti:</p>
<ul>
<li>Acer Aspire 7530</li>
<li>BenQ Joybook S42</li>
<li>Fujitsu Siemens Amilo Xi 3650</li>
<li>MSI EX630</li>
<li>Qosmio X305-Q706</li>
<li>Qosmio X305-Q708</li>
</ul>
<p><strong>Quadro NVS Notebooks</strong></p>
<ul>
<li>Quadro NVS 320M</li>
<li>Quadro NVS 310M</li>
<li>Quadro NVS 160M</li>
<li>Quadro NVS 150M</li>
<li>Quadro NVS 140M</li>
<li>Quadro NVS 135M</li>
<li>Quadro NVS 130M</li>
</ul>
<p>Notebook seri Dell Latitude &amp; Lenovo ThinkPad <strong>tidak</strong> di dukung pada versi ini.</p>
<p>Jika anda pengguna VGA seri di atas, silahkan mencoba dan nikmati &#8220;upgrade gratis&#8221; dengan driver baru.</p>
<p><a href="http://www.nvidia.com/object/notebook_drivers.html" target="_blank">Download GeForce Release 179 for Notebooks</a> (Vista: 123 MB, XP: 126 MB)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/driver-resmi-untuk-notebook-dirilis-nvidia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abit Pensiun 31 Desember 2008</title>
		<link>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/abit-pensiun-31-desember-2008/</link>
		<comments>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/abit-pensiun-31-desember-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 04:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blaszta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[abit]]></category>
		<category><![CDATA[motherboard]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blaszta.com/blog/2008/12/22/abit-pensiun-31-desember-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pecinta komputer, nama Abit bukan lah nama yang asing. Abit sempat menjadi merk motherboard andalan, apalagi bagi overclocker. Abit merupakn pembuat motherboard tanpa jumper pertama, dan pemicu revolusi overclocking dengan mudah. Abit sempat menjadi pemimpin pasar motherboard, namun tahun 2004-2005 pamornya mulai menurun karena masalah manajemen. Tahun 2006 Abit dijual ke USI (Universal Scientific [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 5px 0px" src="http://www.fixya.com/brands/Logos/abit.gif" alt="" align="left" /> Bagi pecinta komputer, nama Abit bukan lah nama yang asing. Abit sempat menjadi merk motherboard andalan, apalagi bagi <em>overclocker</em>. Abit merupakn pembuat motherboard tanpa <em>jumper</em> pertama, dan pemicu revolusi <em>overclocking</em> dengan mudah. Abit sempat menjadi pemimpin pasar motherboard, namun tahun 2004-2005 pamornya mulai menurun karena masalah manajemen. Tahun 2006 Abit dijual ke USI (Universal Scientific Industrial) dan tahun ini USI memutuskan untuk menutupnya.</p>
<p><span id="more-233"></span></p>
<p><em><img class="aligncenter" src="http://blaszta.com/blog/wp-content/uploads/2008/12/abit_mobo.jpg" alt="" width="400" height="302" />Gambar: Motherboard Intel 440BX yang mengharumkan nama Abit.</em></p>
<p>Saat ini Abit mengandalkan produk kombinasi foto frame digital dengan priter dengan nama FunFab. Sayangnya produk ini juga nampaknya tidak begitu laku di pasaran. Tidak dapat mengangkat nama baik Abit di pasar motherboard, &amp; ditambah kegagalah FunFab nampaknya membuat USI tidak berminat meneruskan merk Abit.</p>
<p>Jadi bagi anda yang sedang berencana membeli motherboard baru, ada baiknya tidak membeli merk Abit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blaszta.com/blog/2008/12/abit-pensiun-31-desember-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
