Skip to main content

Servis ASUS yang Memuaskan

1 square millimeter (1×1mm) of two laptop scre...

Image via Wikipedia

Sabtu malam 14 Februari notebook saya (ASUS A8Js) mengalami masalah, notebook tiba-tiba restart dan ketika booting (sebelum boot screen Windows keluar) muncul garis-garis vertikal dalam berbagai warna di layar. Setelah beberapa lama notebook saya restart kembali, & terus berulan-ulang. Saya dalam hati berpikir: “Waduh… VGA atau LCD saya rusak nih…!”

IMG_0123

Gambar 1: Tampilan notebook ketika booting

Karena sudah malam, notebook saya matikan dan saya lanjutkan pengecekan keesokan harinya. Setelah dicoba beberapa kali, hal yang sama masih terjadi. “Wah nampaknya harus di servis nih..” pikir saya. Sekedar informasi, notebook ini saya beli bulan Agustus 2007 di Singapur ketika ada pameran komputer disana. Wah kalau harus servis di Singapur bakal repot nih. Namun ketika saya perhatikan bagian bawah notebook terdapat tanggal pembuatan dan tertulis 24 M (month) world wide warranty. Wah saya langsung senang! Sekedar memastikan saya langsung mencari kartu garansi notebook tersebut. Dalam kartu garansi tertulis 2 year world wide warranty + 1 year local warranty (Singapur). Jadi total waktu garansi adalah 3 tahun! Wah oke banget nih!

IMG_0122

Gambar 2: Tampilan layar notebook ketika menggunakan monitor LCD eksternal

Hari Senin, saya ke kantor dan mencoba memasang notebook tersebut pada monitor LCD eksternal. Hasilnya tetap bergaris-garis. Wah kalau ini sudah 95% saya yakin kalau masalahnya ada pada VGA card. Pagi itu saya bawa notebook saya ke Berca Computer Semarang (karena mereka adalah authorize dealer & service ASUS di Semarang). Notebook saya tinggal untuk di cek namun hard disk saya lepas. Keesokan siangnya saya telepon Berca dan mereka bilang bahwa notebook saya harus di bawa ke Jakarta & kira-kira perlu waktu 2-3 minggu, tergantung ketersediaan spare part. Tiga minggu !? Wah lama sekali! Berca juga berkata bahwa tidak ada biaya jika ada penggantian karena masih garansi, namun ada biaya transport sebesar 200 rebu. Hmm lumayan juga kata saya dalam hati…

Lalu saya browsing ke website ASUS & menemukan alamat serta no telepon ASUS Indonesia (http://id.asus.com/620/html/aboutasus/aboutasus3-apac.htm). Saya telepon kesana & tersambung ke bagian teknis (dengan bapak Eka). Saya jelaskan permasalahan saya (termasuk waktu servis yang sangat lama jika melalui Berca) lalu teknisi tersebut menanyakan no seri notebook saya. Setelah beberapa saat dia berkata “Oke pak, notebook bapak masih garansi. Di kirim kesini saja pak. Nanti biaya kirim baliknya kita tanggung.” Wah oke juga nih!

Singkat cerita, notebok saya ambil dari Berca, saya pack dengan rapi (beserta selembar kertas berisi keterangan masalah, no telp saya & alamat pengiriman balik) dan saya kirim ke Jakarta menggunakan jasa Tiki pengiriman 1 hari pada Rabu sore. Saya pikir besok siang atau sore sudah sampai & akan saya telepon.

Keesokan harinya, Kamis siang sekitar jam 11 siang, saya ditelepon dari pihak ASUS Indonesia.

“Sudah selesai pak, VGA nya kami sudah ganti.”

Wah cepat sekali! Kapan sampainya? Kok malah sudah selesai? Kata saya dalam hati.

Lalu bapak Eka (orang yang sama ketika saya menelepon ASUS pertama kali) melanjutkan “Namun engsel notebook nya ada bagian yang pecah sedikit. Kami ganti saja bagaimana? Namun stiker Windows nya (logo Windows, bukan stiker serial number Windows yang biasanya terdapat di bawah notebook) nanti hilang.”

Respon pertama saya, “Ada biaya tambahan atau tidak?”

“Tidak pak, masuk dalam garansi” lanjut bapak Eka.

Mantap! Sudah cepat, masalah lain juga di bereskan, gratis pula! Jujur, saya malah tidak tahu menahu kalau ada bagian yang pecah di daerah engsel notebook.

Sekedar memuaskan rasa ingin tahu, saya bertanya pada pak Eka, kira-kira penyebab masalah VGA itu kenapa. Sayangnya pak Eka hanya menjawab bisa macam-macam, karena itu adalah perangkat elektronik. Lalau saya bertanya, kalau tidak garansi, berapa biaya penggantian VGA card tersebut? “Sekitar 2 jutaan pak” kata Pak Eko. Wah lumayan sekali! Lalu pak Eka berkata bahwa besok pagi (Jumat) notebook akan dikirim balik ke saya.

Hari Senin notebook sudah di tangan saya kembali. Saya pasangkan kembali hard disknya, & semua kembali normal + casing notebook yang sekarang kembali mulus 🙂

Saya sangat puas dengan servis dari ASUS & khususnya PT ASUS Indonesia. Bravo ASUS Indonesia! Anda layak jadi panutan service center lain di Indonesia!

[tip]

Ada 2 pelajaran berharga yang saya dapat dari pengalaman ini:

  • Waktu garansi yang lama (>1 tahun) harus jadi pertimbangan ketika membeli peralatan eletronik.
  • Jika anda ada di luar kota, jika tempat servis lokal nampaknya tidak mumpuni, ada baiknya langsung menghubungi service center pusat (yang biasanya ada di Jakarta).

[/tip]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *