Guru SMP Sita Linux CD, Menyatakan Tidak Ada Software yang Gratis

Linux on December 11th, 2008 10 Comments

Sungguh menyedihkan.. Ketika Max Shuttleworth, milyuner yang menjadi promotor Ubuntu, sibuk mensponsori Ubuntu sebagai sistem operasi yang gratis & mudah digunakan, seorang guru di Amerika malah menyita CD Linux keluaran HeliOS.

Jika anda tidak familiar dengan HeliOS project, ia adalah sebuah usaha untuk meberikan PC kepada anak-anak yang kurang mampu. Hingga saat ini, proyek ini telah menyumbangkan lebih dari 300 PC. Namun nampaknya ini tidak cukup, malah mereka mendapat musuh.

Karen, seorang guru SMP di USA, menemukan salah satu murid sedang mendemonstrasikan laptop yang menggunakan Linux pada teman-temannya, sambil membagi-bagikan CD linux.  Anak SMP menjelaskan tentang kemampuan linux pada teman-temannya.. Sesuatu yang sungguh luar biasa bukan?

Salah! Karen langsung menyela demonstrasi ini dan menyita semua CD linux, dan memanggil siswa tersebut untuk dimintai keterangan. Dari si siswa, Karen mengetahui mengenai HeliOS project & menulis email ke pemilik HeliOS project. Untuk email lengkap yang ditulis, baca disini.

At this point, I am not sure what you are doing is legal. No software is free and spreading that misconception is harmful. These children look up to adults for guidance and discipline.

Wah, guru ini benar-benar tidak tahu apa yang sedang ia ucapkan. Tidak ada software yang gratis? Sudah terlalu banyak untuk disebutkan (termasuk sebagian besar dari isi blog ini). Kalimat terakhir malah yang menjadi paradoks: jika orang dewasa saja tidak tahu, bagaimana anak-anaknya?

I will research this as time allows and I want to assure you, if you are doing anything illegal, I will pursue charges as the law allows.

Sungguh menyedihkan. Ia bahkan berniat menuntut HeliOS project..

Mr. Starks, I along with many others tried Linux during college and I assure you, the claims you make are grossly over-stated and hinge on falsehoods. I admire your attempts in getting computers in the hands of disadvantaged people but putting linux on these machines is holding our kids back.

Ia mengaku pernah menggunakan Linux ketika masa kuliah.. Hebat bukan? Dan ia menyatakan bahwa dengan menggunakan Linux anak-anak akan terhambat perkembangannya. Wow! Guru yang luar biasa!

This is a world where Windows runs on virtually every computer and putting on a carnival show for an operating system is not helping these children at all. I am sure if you contacted Microsoft, they would be more than happy to supply you with copies of an older verison of Windows and that way, your computers would actually be of service to those receiving them…

Sungguh-sungguh menyedihkan! Pathetic! Guru ini sungguh-sungguh harus dikasihani. Jika saya tahu tempat ia mengajar, akan saya minta pada sekolah tersebut untuk mempertimbangkan ulang menggaji guru ini.

Guru ini jelas-jelas tidak tahu apa yang sedang ia bicarakan. Atau mungkin malah tidak perduli bahwa ada dunia selain Microsoft dan bahwa masih ada orang baik di dunia yang menawarkan sesuatu secara gratis. Kenyataan bahwa orang semacam ini dibiarkan mengajar anak-anak sungguh-sungguh membuat saya sedih.

Saya berusaha mempromosikan freeware (program gratis) atau open source (juga gratis, namun dikembangkan oleh orang banyak), dan juga linux dengan blog ini. Saya coba menunjukkan bahwa daripada menggunakan software bajakan lebih baik menggunakan alternatif gratisnya. Dan juga bahwa software gratis tidak kalah atau malah lebih baik dari pada program komersil. Namun justru orang semacam guru ini yang akan “menutup” mata anak-anak akan keberadaan solusi alternatif ini…

Sungguh menyedihkan..

Sumber: Download Squad

Related Posts

Tags: ,

10 Responses to “Guru SMP Sita Linux CD, Menyatakan Tidak Ada Software yang Gratis”

  1. muhajir says:

    gw setuju om….
    tapi problemnya gw lagi berlangganan internet yang gak ada driver buat linuxnya padahal gw sempet install debian dan masih ada di hd gw… hehehe… so what should i do..

  2. Roy FGH says:

    Sialnya, sampe sekarang masih “harus” stuck dengan produk Microsoft, karena SPSS masih membutuhkan Windows untuk running well. Sementara gw butuh banget SPSS. (Alesan aja sih. kalo emang niat, bisa aja pake PSPP buatan Gnu buat gantiin SPSS). Kembali ke topik, kira-kira tu guru dibayar berapa ya ama Microsoft?

    • blaszta says:

      Sebagai catetan, gw gak anti Microsoft (MS) lho… Gw gak pernah bilang “jangan pakai produk Microsoft”. Gw cuman suka menggunakan freeware sebagai pengganti program komersil (apalagi yang bajakan :-P ). Untuk OS, gw masih make Windows Vista (dual boot sama Ubuntu sih). Jadi saran gw hampir sama dengan di atas: pakai Windows is OK (kalau bisa orisinal) dan cara paling murah adalah dengan beli PC/notebook yang sudah di bundle sama Windows. Misal: netbooknya Acer (AcerOne), itu kan cuman 4jt an tp udah dapet Windows XP Home yang orisinil. Nah program selebihnya jangan pakai bajakan, tp pakai deh program freeware (misalkan PSPP tadi).. asik kan? Minimal untuk ketenangan hati (yang tidak terbayar harganya)… dan ada satu lagi: kita gak usah berurusan dengan segala macam virus/trojan/spyware yang biasa “disisipkan” pada crack/keygen program bajakan.

      Terus terang gw gak tahu itu guru di “bayar” berapa sama MS (kalau emang dibayar). Tapi perlu diketahui kalau MS salah satu penyumbang terbesar untuk diknas nya Amrik (tentunya dengan muatan politis agar semua sekolah menggunakan Windows).

  3. pandu says:

    Terus lho ikutin terus dong kabar tuh guru ?
    Gue yakin kabarnya dia juga rame di amrik sana

  4. greencard says:

    Is there any information about this subject in other languages?

  5. omadt says:

    Kasian tu guru…. gw kirain guru orang amerika gak ada yang kayak gitu…
    kasian….
    kasian….
    kayaknya ada yang gak beres dengan otaknya… mana jadi guru lagi…
    mudah2an gak ada guru kayak gitu di indonesia…
    (heheh…mimpi kali yeee)

  6. Abuadnan says:

    menurut saya, guru tersebut punya andil terhadap microsoft mungkin dia saudaranya yng punya microsoft, atau mungkin dia orang Israel. x ya

Leave a Reply